
Ada peristiwa menarik dibalik Bom atom nuklir menghantam kota hirosima dan Nagasaki di jepang, Pemerintah Jepang saat itu, tidak menanyakan berapa korban yang meninggal, berapa rumah atau Gedung Gedung yang hancur, berapa korban yang masih bisa diselamatkan, tetapi yang ditanyakan Berapa Guru yang tersisa, berapa guru yang masih hidup. Sungguh begitu tinggi penghargaan yang berikan pemerintah Jepang kepada profesi seorang guru. Maju mundurnya sebuah bangsa terletak pada kualitas sumber manusianya, manusia bisa berkembang salah satunya lewat Pendidikan, lewat Pendidikan terbaik, bisa menghasilkan manusia manusia pembangun bangsa.
Pendidikan dan guru ibarat piring dan sendok, satu sama lain saling membutuhkan. Apapun yang dilakukan guru harus berdasarkan kurikulum yang dibuat oleh dinas Pendidikan, kurikulum harus sesuai dengan kebutuhan murid, kebutuhan dunia kerja, kebutuhan dunia bisnis. Ketika kurikulum sudah dibuat, seorang guru harus bisa menerapkan, mengaplikasikan , sehingga dihasilkan murid murid yang kompeten, berkualitas, dan dapat menerapkannya di Masyarakat, lingkungan kerja, dengan demikian tujuan Pendidikan sesuai pembukaan undang undang dasar 1945 dapat tercapai.
Guru berkualitas dan inspiratif merupakan cita cita yang ingin dicapai di dunia Pendidikan, seorang guru tidak hanya menguasai kurikulum, tetapi seorang pendidik yang mampu memahami karakter murid, menyentuh pikiran dan hatinya, membangkitkan potensi potensi yang ada pada dirinya, guru inspiratif tidak hanya menjelaskan, mencontohkan, mempraktikkan, tetapi mampu menggerakkan, baik untuk muridnya atau mampu memberikan inspirasi bagi rekan rekan kerjanya sesame guru.
Menurut majalah online teachermagazine.com, pemenang Global Teacher Prize 2025 baru saja diumumkan yaitu Mansour Al Mansour dari Sekolah Pangeran Saud bin Jalawi di Arab Saudi, Mansour berhasil menerapkan visi strategisnya dan keyakinan teguhnya pada potensi murid-muridnya, serta atas upayanya membangun lingkungan belajar yang inklusif dan inovatif. Filosofi pengajaran Mansour berpusat pada mengajarkan keterampilan hidup penting kepada murid-muridnya, seperti menemukan kebahagiaan dan keberlanjutan. Ia bertujuan untuk memenuhi kebutuhan individu murid, sekaligus secara aktif melibatkan keluarga mereka dalam pembelajaran. Melalui pembelajaran berbasis proyek, ia menghubungkan pelajarannya dengan isu-isu dunia nyata seperti perubahan iklim, literasi keuangan, dan tanggung jawab sosial.
Di luar ruang kelas, Mansour telah meluncurkan inisiatif amal, program sukarelawan, dan jaringan dukungan untuk anak yatim piatu, narapidana, dan keluarga kurang mampu. Karyanya dalam program rehabilitasi telah membantu individu untuk kembali berintegrasi ke masyarakat, sementara para siswanya secara kolektif telah menyumbangkan lebih dari 5.000 jam kerja sukarela.
Karakteristik Guru Inspiratif
Berdasarkan berbagai studi pedagogi, berikut adalah ciri-ciri utama guru inspiratif:
- Memiliki Passion (Gairah): Memiliki gairah atau semangat merupakan karakter seorang guru inpiratif, mereka mencintai apa yang mereka ajarkan dan mencintai siapa yang mereka ajar. Kehadirannya benar benar diharapkan, bahkan ditunggu tunggu, kadang waktu yang diberikan terasa kurang, semua murid Bahagia, jika ada salah satu murid ada masalah Ketika belajar, berusaha mengerti, empati, minimal berkurang masalahnya, sehingga suasana kelas menjadi hidup, relax, focus, mendalam dan berpengaruh kepada semua murid .
- Fokus kebutuhan siswa: Setiap murid memilki kemampuan, kebiasaan, gaya belajar yang berbeda beda. Ada yang terbiasa audio, visual dan kinestik, semua memiliki kemampuan masing masing, belum lagi dengan latar belakang keluarga yang berbeda beda. Karena itu perlu setiap guru menggali atau bisa juga dengan tes diagnostic, sehingga kita mengetahui apa yang menjadi kebutuhan murid. Disamping itu perlu memilki empati yang tinggi terhadap permasalahan kebutuhan murid. Jangan pernah ada diskriminasi dalam hal perlakuan kepada murid.
- Pembelajar Seumur Hidup (Growth Mindset): Perkembangan zaman yang serba cepat, menuntut setiap guru untuk terus mengupgrade ilmunya, apalagi dengan masuknya teknologi era industry 4.0, atau sekarang sudah masuk 5.0. suka tidak suka harus terus belajar, tidak kata menyerah dengan keadaan, tidak pernah merasa puas dengan ilmu yang dimiliki dan selalu terbuka pada metode baru sesuai dengan perkembangan zaman. Apalagi sekarang bisa belajar secara mandiri lewat internet atau komunitas komunitas pembelajar baik secara offline atau online.
Strategi Menjadi Guru Inspiratif
Guru inspiratif dambaan setiap individu, dan setiap guru seharusnya bisa, karena ini bukan bakat bawaan, tetapi bisa dipelajari, bisa diasah kemampuan dan keterampilannya.
Ada beberapa tips yang harus dilakukan untuk menjadi guru inspiratif :
- Membangun Koneksi Sebelum Konten
Kedekatan kepada murid harus terus dibangun, hafalkan Namanya, dengarkan curhat mereka, empati terhadap masalah mereka, selingi dengan humor atau ice breaking sekali kali, tanyakan kabar mereka, buat mereka nyaman, dengan demikian mereka menjadi terbuka, sehingga hal hal yang menjadi masalah sedikit banyak terselesaikan.
- Menggunakan beberapa metode
Sekali kali perlu juga dengan metode storytelling atau cerita, sesuaikan dengan factual atau hal hal dengan kehidupan nyata, atau mengangkat permasalahan mereka bisa juga dengan metode barbasis proyek yang menarik. Jangan pernaj melupakan feedback atau evaluasi, sehingga hasilnya bisa terukur, kelebihan dan kekurangannya, sharing juga dengan rekan teman sejawat
- Memberikan Apresiasi
Lingkungan nyaman dan kondusif merupakan keinginan setiap murid, setiap harus berani mengungkapkan pendapatnya, berani bertanya, berani mencoba, tidak takut gagal atau dihakimi jika berbuat salah. Berikan apresiasi dengan pujian jika berhasil, atau jika gagal berikan pujian usahanya, hal hal empati lebih diutamakan, bangun sikap positif. Dengan demikian lingkungan kelas menjadi nyaman dan belajar menjadi lebih efektif.
Akhirnya menjadi guru inspiratif adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan akhir. Usaha usaha yang dilakukan insyaallah menjadi ibadah jika diniatkan karena Allah SWT sang Pencipta alam semesta, tidak ada yang instan, semuanya berproses, harus seimbang antara kecerdasan intelektual dan emosional. Seorang guru inspiratif tidak hanya berdasrkan nilai nilai atau penghargaan penghargaan, tetapi meninggalkan Kesan mendalam dalam hati dan pikiran para murid, sehingga Namanya terus dikenang walaupun sudah tidak bersamanya lagi disekolah.